Tentang CLC

CLC di Indonesia

Christian Life Community (CLC) berakar pada kelompok-kelompok orang awam (pria dan wanita, tua dan muda, dari segala kelompok sosial) yang saling mendukung dalam menanggapi panggilan untuk mencintai Allah dengan menegaskan cara yang paling tepat dan khas sesuai dengan situasi yang ada.

Pada mulanya komunitas ini bernama Kongregasi Maria, didirikan oleh Pater Jean Leunis, Sj dan diakui oleh gereja dengan Bulla “Omnipotentis Dei” pada tahun 1565. Kelompok pertama yang secara resmi diakui Gereja adalah kelompok mahasiswa di Collegium Romanum. Pada tahun 1967 seiring dengan semangat pembaruan pada Konsili Vatican II, nama tersebut diubah menjadi CLC yang dirasa lebih tepat mengungkapkan identitasnya.

Di Indonesia, CLC juga pernah dikenal dengan nama Komunitas Hidup Kristiani (KHK) sejak tahun 1980 hingga  2007. Pada SUN ke XI tahun 2007, komunitas memilih dan memutuskan untuk menggunakan nama internasional CLC, untuk menunjukkan semangat persatuan dengan komunitas dunia. Saat ini terdapat lebih dari 20.000 pria dan wanita, tua dan muda, yang menjadi anggota CLC di seluruh penjuru dunia.

CLC khususnya cocok bagi mereka yang ingin mengungkapkan kasih kepada Allah ditengah kesibukan dunia sehari-hari, sehingga semakin kokoh pengabdiannya kepada sesama dalam lingkungan keluarga, masyarakat, profesi maupun dalam lingkungan Gereja.

Siapa saja yang ingin bergabung dengan CLC diterima dengan senang hati dan tangan terbuka.

Our first mission is the ordinary life, finding and serving God in all our daily activities as work, family, studies, etc?.
Our apostolic life, through institutions, can be extended and complements that first mission.

Esensi Formasi CLC

Anggota CLC harus memiliki pengertian dan rasa memiliki yang tegas akan Asas Umum dan Asas Dasar yang menyampaikan Visi CLC dan 3 pilar, Spiritualias, Komunitas dan Kerasulan.

Komunitas Spritualitas Kerasulan
Dalam komunitas, kami:

  • Saling berbagi pengalaman iman
  • Berdoa dan discernment
  • Saling menginspirasi dan menantang diri
  • Mendukung
  • Bersosialisasi dan merayakan bersama
  • Merayakan Ekaristi dan Sakramen lainnya
Berlatih Rohani, ala Ignatian:

  • Pemeriksaan batin harian
  • Doa dengan Kitab Suci
  • Kontemplasi
  • Renungan Doa
  • Doa Hening
  • Discernment (Penegasan Rohani)
  • Rosario

Secara bersama, kami juga:

  • Merayakan Liturgi
  • Retret
  • Communal Discernment
Kami berikhtiar untuk menjadi tubuh apostolis:

  • Mengabarkan karya keselamatan di tengah masyarakat lewat kesaksian hidup sederhana dan kasih
  • Membangun kerajaan Allah

Komunitas berbagi panggilan dan kerasulan pribadi melalui:

  • Discerning,
  • Sending,
  • Supporting,
  • Evaluating

Komunitas melakukan kerasulan baik pribadi maupun kelompok, setelah melakukan discernement pribadi dan komuntal

 

Keseimbangan
Contemplation & Action
Pengalaman
Kita mengalami kehadiran dan Kasih Tuhan lewat doa dan aktivitas sehari-hari, melalui relasi dengan sesama dan lingkungan.
Refleksi
Kami mengambil jeda secara periodic untuk merefleksikan pengalaman kami:

  • Dimanakah Tuhan dalam hidupku (kami)?
  • Apakah aku mengalami-Nya dalam pengalaman ini? sekarang?
  • Apakah Tuhan memanggilku untuk melakukan sesuatu?
  • Bagaimana saya (kami) akan merespon panggilan tersebut?
Aksi
Untuk menegaskan sebuah kerasulan, aksi maupun arah, kami menggunakan kriteria yang terdapat di Latihan Rohani.
Evaluasi
Kami mengevaluasi gerakan Roh dalam pengalaman merasul.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *