Punggawa vs Patih

Raja Bijaksana

Alkisah, disebuah kerajaan hiduplah seorang raja yang sangat bijaksana. Beliau sangat dikagumi dan dihormati oleh semua kalangan. Raja tersebut mempunyai seorang patih (wakil raja) yang sangat hebat. Kesetiaan dan kehandalan patih tersebut tidak ada tandingannya. Namun patih tersebut sering sakit-sakitan karena usianya yang sudah lanjut. Seiring berjalannya waktu akhirnya sang patih wafat karena penyakitnya di usia lanjut. Sang raja bijaksana sedih sekali atas kepergian patih tercinta yang telah sekian lama mengabdi. Dalam hati kecilnya dia berharap ada patih baru yang mumpuni kehebatannya. Ia pun mencari calon-calon yg sekiranya cocok untuk menjadi patih.

Ditengah pencarian patih baru, banyak orang2 setia raja yang menawarkan diri menjadi patih. Salah satunya seorang punggawa tua, seorang tukang tandu raja. Punggawa tua ini berkata kepada raja “”Raja, hamba sudah melayani raja sepanjang usia hamba, raja tau kualitas diri hamba, ijinkanlah hamba untuk mejadi patih baru.””

Saat itu sempat terbersit di benak raja lancang sekali si punggawa ini, namun karena raja ini seorang yang bijaksana maka ia berkata, “”saya senang atas kesediaanmu punggawa, saya tampung dulu ya””. Tetapi setelah 1 minggu berselang secara tiba-tiba raja melantik patih baru, seorang anak muda yang baru selesai belajar di negeri seberang. Terkejutlah seluruh rakyat dan semua kalangan terutama si punggawa. Punggawa tua nan setia itupun kecewa berat dan bergumam ketika waktu menandu “”rajaku sudah berubah ia tidak bijaksana seperti yang kukira””. Tanpa disadari oleh si punggawa, ternyata raja mendengarnya. Tetapi sang raja bijaksana ini tetap tenang dan tersenyum. Di tengah perjalanan ketika memasuki hutan, sang raja mendengar suara. Dia lalu mengutus si punggawa untuk melihat ada apa gerangan. Tanpa ba bi bu, si punggawa langsung lari menuju TKP, dalam waktu kurang dari satu menit, dia kembali dan melaporkan bahwa suara tersebut adalah suara anak anjing. Lalu raja bertanya lagi, “”punggawa, anjingnya ada berapa?”” Dengan segera si punggawa ini kembali dan melaporkan, “”ada 4 raja””. Untuk ketiga kalinya raja bertanya, “”warnanya apa saja?””

Pada kali ketiga si punggawa sudah tidak berlari tetapi jalan karena kecapean, ketika pulang melapor si punggawa ini terlihat lunglai dan berkata, “”warnanya yang coklat 1, hitam 1, yang campuran coklat hitam 2. Tiba-tiba ada suara gonggongan yang berbeda yang mengagetkan raja. Karena si punggawa terlihat letih, maka raja mengutus sang patih muda ini.

1 menit, 2 menit, 3 menit sampai 10 menit patih belum kembali, tiba tiba si punggawa nyeletuk, “”tuh kan raja, patih muda itu ga secepat saya, dia belum tau apa-apa, masih bau kencur””. Sang raja bijaksana hanya tersenyum dan berkata, “”kita tunggu saja””. Tidak lama kemudian sang patih muda ini kembali dan melapor, “”raja ternyata suara barusan adalah suara induk anjing tadi dan dia menggonggong karena ada 1 anak anjing yang baru kembali karena terpisah. Total anak anjing ada 5, yang 4 warnanya sudah disebutkan punggawa namun disetiap hidungnya ada belang belang putihnya dan yang 1 warnanya putih tapi hidungnya warnanya merah muda. Induknya warnanya campuran coklat dan putih. Mereka semua jenisnya anjing kampung. Jarak mereka dengan kita sangat dekat raja, apa raja mau lihat siapa tau raja ingin memelihara mereka, lucu-lucu lho. Ketika raja mendengar jawaban detail dari sang patih, raja berkata, “”punggawaku yang aku sayangi, semoga sekarang kamu tau kenapa saya memilih patih muda ini”” dan punggawa tersebut mengangguk dan tertunduk malu sambil meminta maaf.

oleh: Fransis Harjaya

One thought on “Punggawa vs Patih”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *