Mengenal Soegija Lebih Dekat

Soegija

 

Soegija, merupakan panggilan akrab tokoh yang lahir di Solo, yang pada agustus 1931 menjadi iman Katolik dan pada 6 November 1940, ia ditahbiskan sebagai Uskup pribumi Indonesia pertama untuk Vikaris Apostolik Semarang oleh Mgr. Willekens, SJ. (Vikaris Apostolik Batavia), Mgr. AJE Albers,O.Carm (Vikaris Apostolik Malang) dan Mgr. HM Mekkelholt, SCJ (Vikaris Apostolik Palembang).

Sejak tahun 1940-1949, Mgr Soegija bersama Mgr. Willekens SJ, beliau menghadapi penguasa pendudukan pemerintah Belanda dan pemerintahan Jepang dalam masa masa peralihan. Satu dasawarsa penuh gejolak ini ditandai dengan akhir penjajahan Belanda, masuk dan dimulainya masa pendudukan Jepang, proklamasi kemerdekaan RI, dan kembalinya Belanda yang ingin mengambil kembali Indonesia sehingga memulai perang kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa-peristiwa tersebut dituangkan Soegija dalam renungan-renungan dalam catatan hariannya, dan juga peran sertanya dalam meringankan beban penderitaan rakyat di tengah kekacauan perang. Dia mencoba berperan di semua tingkat, baik politik lokal, nasional dan internasional. Atas peran serta diplomasinya, beberapa negara di Eropa mengakui kemerdekaan Indonesia sejak 1947. Presiden Soekarno memberikan penghargaan gelar Pahlawan Nasional.

Terinspirasi dari nilai nilai perjuangan beliau, dan bersamaan dengan momentum Peringatan Kebangkitan Nasional dan Lahirnya Pancasila, maka kami berfikir sangat perlu menyebarluaskan serta mengingatkan kembali masyarakat luas akan nilai nilai perjuangan beliau dengan mengadakan serangkaian kegiatan yang akan dimulai pada tanggal 20 Mei sampai dengan 12 Juni 2012, semua itu menjadi satu rangkaian utuh dalam rangka Belajar Pluralisme dari Mgr. Soegija Pranata; Karena Kemanusiaan Itu Satu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *